|
||||||||||||
|
||||||||||||
Palestina : ekonomi hancur lebur
by Daniel Pipes http://www.danielpipes.org/5722/palestina-ekonomi-hancur-lebur Translation of the original text: The Palestinian Economy in Shambles
Minggu ini akan dilaporkan hal yg lebih aneh lagi, yaitu bahwa milyaran dolar dan sumbangan Barat yg mencapai rekor tertinggi, justru meningkatkan: 1) kemiskinan rakyat Palestina. Terlebih dahulu, ini fakta2 ekonomi Palestina, berdasarkan survey Ziv Hellman, "Terminal Situation," terbitan Jerusalem Report tgl 21Dec :
SO tidak heran, kata Hellman, bahwa ekonomi Palestina = "amburadul." Ini memang tidak mengherankan, karena bantuan asing (kpd negara Muslim) percuma saja. Bantuan ini justru mengakibatkan korupsi dan mendistorsi ekonomi; semakin besar jumlahnya, semakin parah kehancuran yg diakibatkannya. Contoh: selama masa Yasir Arafat, 1/3 budget PA digunakan bagi "pengeluaran kantor Presiden," tanpa penjelasan, audit ataupun akounting. World Bank marah, namun pemerintah Israel & EU memilih utk lebih baik menjaga kedamaian dan oleh karena itu tutup mata atas praktek korup PA. Konferensi Paris 17 Dec 2007 bagi "negara Palestina" menjanjikan dana US$7.4 milyar bagi periode 2008 - 2010 !! Dana $7,4 milyar itu dijamin akan semakin meruncing konflik Arab-Israel. Kenapa ? Ini alasannya : Mahmoud Abbas, pemimpin PA mengatakan pada konferensi Annapolis bln November lalu : "hilangnya harapan dan frustrasi akut ... melahirkan ekstrimisme." Menurut dia, dgn menghilangkan kemiskinan, rakyat Palestina akan menyingsingkan lengan baju dan menjadikan negara mereka sebuah model bagi demokrasi dan kemakmuran ekonomi. Benarkah ? Logika Abbas justru terbalik : hilangnya frustrasi JUSTRU melahirkan ekstrimisme. Harapan orang Palestina adalah : kelemahan Israel, shg meningkatkan optimise bahwa negara Yahudi itu bisa di-eliminasi. Sebaliknya, begitu orang2 Palestina tidak lagi melihat jalan utk menghancurkan Israel, mereka akan lebih memanfaatkan waktu bagi tugas2 sehari2 yg agak kurang tegang, spt mencari nafkah dan mendidik anak2 mereka. Ingat bahwa ekonomi Palestina meningkat th 1992, pada saat lenyapnya harapan utk menghancurkan Israel. Optimisme bagi kehancuran Israel, dan bukan kemiskinan merupakan faktor utama kelakuan orang Palestina. Jadi apapun yg membuat orang Palestina semakin kehilangan PD adalah hal yg bagus ! Sebuah ekonomi yg gagal akan membuat frustrasi Palestina, shg melemahkan kemampuan militer dan terorisme mereka, shg prospek kedamaian menjadi lebih dekat. Oleh karena itu, bantuan Barat yg tidak henti2nya JUSTRU mengakibatkan kemiskinan dgn dua cara : [secara tidak langsung] mendukung terorisme dan mendistorsi ekonomi setempat, yg akhirnya akan membawa kehancuran ekonomi. Related Topics: Palestinians receive the latest by email: subscribe to daniel pipes' free mailing list This text may be reposted or forwarded so long as it is presented as an integral whole with complete information provided about its author, date, place of publication, and original URL. |
Latest Articles ADVERTISEMENTS
|
|||||||||||
|
All materials written by Daniel Pipes on this site © Daniel Pipes. Email: MeqMef@aol.com You can help support Daniel Pipes' important work by making a tax-deductible donation to the Middle East Forum. |
||||||||||||